Bagi Barat penaklukan Konstantinopel tidak hanya sebatas kekalahan perang tetapi juga kekalahan agama. Mereka berupaya sekuat tenaga untuk memerangi umat Islam. Ada dua yang mereka lakukan, pertama, hard power dan soft power. Hard power adalah perang secara fisik sebagaimana yang dialami umat Islam di Timur Tengah, seperti di Afghanistan, Suriah, Palestina, dan sebagainya. Yang kedua, yaitu dengan soft power atau smart power yaitu dengan perang pemikiran.
Perang pemikiran yang dilakukan Barat adalah dengan meracuni atau menyebarkan pemikiran kafir mereka masuk ke tubuh kaum muslim. Memang tampaknya umat Islam tinggal di daerahnya, tinggal di dalam komunitasnya, tetapi mereka memiliki pemikiran dan gaya hidup Barat. Contohnya, mereka seorang muslim, tetapi sistem pemerintah demokrasi, pendidikan berpandangan materialisme, gaya hidupnya sekuler, cara pandang agamanya sinkretisme, ekonominya kapitalisme, dan sebagainya.
Lalu apa bedanya mereka dengan Barat? Mungkin ada yang menampik, kan mereka masih shalat dan menutup aurat. Pertanyaannya, jika mereka tidak shalat dan menutup aurat, maka apa bedanya mereka dengan orang kafir? Yang diinginkan Barat adalah umat Islam beragama Islam tetapi gaya hidupnya sama persis dengan gaya hidup Barat yang jauh dari Islam bahkan bertentangan dengan Islam.
Inilah yang disebut perang pemikiran. Ini relevan, umat Islam sebenarnya menjadi dan disebut muslim karena pemikiran yang ia emban. Kalau ada umat Islam pemikiran bukan Islam, maka kehidupannya, negaranya, dan semuanya akan berbuah sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Barat telah berusaha keras mengubah umat Islam yang semula memiliki pemikiran Islam dan kehidupan islami berubah ke dalam kehidupan yang sekuler dan terbuka dengan pemikiran-pemikiran kufur.
Oleh karena itu, penting sebagai umat Islam untuk menjaga pemikirannya agar senantiasa berjalan di jalan Islam dan terus menguatkan pemikiran yang ia miliki dengan tsaqofah-tsaqofah Islam, agar ia bisa mempertahankan keislamannya sekalipun berada di dalam sistem kehidupan yang bertentangan dengan Islam.
Penting bagi umat Islam untuk perang melawan pemikiran-pemikiran Barat hari ini. Karena pemikiran-pemikiran Barat dibungkus seolah-olah netral, berpura-pura sempurna, bersandiwara tampak adil, dan berlagak seperti pahlawan, justru pemikiran Barat yang telah menghancurkan umat Islam sampai dalam hingga umat Islam tidak memiliki perisai penjaga agamanya lagi (Khilafah Islamiah).
Barat telah memoles umat Islam menjadi kaum yang melawan agamanya sendiri. Bayangkan, hari ini, seumpama ada yang mendakwahkan syariat Islam, umat Islam sendiri yang menolaknya. Ada yang mendakwahkan khilafah Islam, umat Islam sendiri yang menuduhnya dengan stempel-stempel kebencian yang dibingkai Barat seperti radikalisme, terorisme, dan sebagainya. Sekarang umat Islam diadu domba dengan sesamanya.
Hal itu dibenarkan oleh dokumen yang dikeluarkan oleh lembaga think tank Amerika Serikat RAND Corporation yang membagi umat Islam menjadi empat kelompok dan mereka berusaha membenturkan sesamanya. Kelompok liberal, moderat, tradisional, dan radikal. Mereka memberikan stempel radikal kepada umat Islam yang menginginkan penerapan Islam secara sempurna. Kelompok radikal ini dialienisasi dan mereka kaum liberal, moderat, dan tradisional diajak bergandengan tangan untuk memusuhi kelompok Islam radikal yang didalangi oleh kaum kafir Barat.
Hal ini yang harus disadari umat Islam secara sepenuhnya. Menyadari bahwa mereka telah diadu domba dan dijauhkan dari Islam yang sesungguhnya dan Islam hakiki diajak memeluk agama kafir Barat secara tidak langsung. Oleh karena itu, jadilah umat Islam yang totalitas dalam memeluk agama ini, jangan setengah-setengah, kaji semua pemikiran Islam, dan tampilkan pemikiran Islam di tengah-tengah umat yang rusak akibat berlangsungnya kehidupan sekuler kapitalis.[] Ika Mawarningtyas
Disarikan dari kajian Ngaji Shubuh TV edisi 1194.