Pernyataan angkata bersenjata itu juga muncul sehari setelah beredar kabar tentang masuknya truk yang mengangkut kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Pasukan Dukungan Cepat yang datang ke Kharthoum dari wilayah Darfur, sehingga militer mengerahkan pasukan militer besar-besaran di sejumlah bagian ibu kota dan beberapa kalangan menganggapnya sebagai persiapan untuk pertempuran dan bentrokan antara pasukan militer yang dipimpin oleh al-Burhan dan Pasukan Dukungan Cepat yang dipimpin oleh Daqalo hasil dari eskalasi perbedaan antara panglima kedua pasukan. Juru bicara militer, Nabil Abdullah mengatakan, “Situasi di negeri berada dalam kendali, dan apa yang dilaporkan di beberapa media sosial tentang masuknya kelompok bersenjata ke Kharthoum adalah tidak benar…” (Surat kabar al-Yawm at-Tali, 10/3/2023). Tetapi kantor juru bicara Angkatan Bersenjata mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “dia tidak mengeluarkan pernyataan yang menyangkal masuknya kelompok bersenjata ke negara bagian Kharthoum ke pihak media mana pun. Komando angkatan bersenjata dan dinas keamanan memonitor situasi keamanan di negeri dengan bijaksana dan sabar untuk memastikan keamanan tanah air dan warga negara….” (asy-Syarqu al-Awsath, 11/3/2023).

Penegasan dan penafian dari kantor juru bicara militer ini menunjukkan, dia ingin mempermainkan pikiran masyarakat dan di antara tujuannya adalah menakut-nakuti oposisi dan menyiapkan suasana untuk pertemuan al-Burhan dengan Daqalo untuk rekonsiliasi dengan klaim bahwa di antara keduanya ada perbedaan dan pertengkaran!

Jika mereka hari ini konflik, maka sejatinya mereka itu hanya seolah-olah konflik. Padahal sejatinya dua kubu yang sedang berkonflik ini ingin menunjukkan, mereka itu yang terkuat dan berhak memimpin Sudan daripada kelompok sipil (oposisi). Yang sedang berkonflik memang ingin menakut-nakuti oposisi dan mempersiapkan pertemuan al-Burhan dan Daqalo. Sejatinya, dua-duanya yang sedang berkonflik berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan tidak ada hubungannya dengan Inggris ataupun Eropa. Mereka berkonflik itu untuk memperkuat pengaruh militer di Sudan.

Pasukan Kerangka Kerja dengan menggabungkan Dukungan Cepat dan gerakan-gerakan bersenjata ke dalam tentara. Dia mengatakan: “Jika ada pembicaraan yang jelas tentang pengintegrasian Pasukan Dukungan Cepat dan gerakan-gerakan bersenjata ke dalam angkatan bersenjata, maka kami akan berjalan di dalam Kesepakatan Kerangka Kerja. Artinya, ucapan apa pun selain ini tidak diterima… (asy-Syarq al-Awsath, 8/3/2023).

Semua ini untuk menjelaskan seolah-olah ada perselisihan antara al-Burhan dan Hamidati mengenai implementasi Kesepakatan Kerangka Kerja, padahal keduanya berpartisipasi dalam persetujuannya! Semua ini menunjukkan, komponen sipil telah tersudutkan dan masalah tersebut dikendalikan oleh komponen politik saja! Artinya, Amerika telah mengalihkan pertarungan politik di Sudan ke arena baru yaitu arena pertarungan menipu antara agen-agen Amerika yang mendominasi pertarungan-pertarungan lainnya dan memaksa kekuatan yang pro kepada Eropa untuk mendekat kepada Hamidati, khususnya bahwa dia mengumumkan dukungannya untuk pemerintahan sipil!

Ada catatan penting terkait konflik di atas. Pertama, sejatinya konflik di Sudan bukan konflik saudara, tetapi dominasi Amerika atas Inggris setelah pemisahan Sudan dan Sudan Selatan. Kedua, separatisme adalah cara negara Barat (Amerika) untuk melemahkan negeri Muslim dan dunia Islam. Inilah relevansi persatuan dan kepemimpinan global Islam. Ketiga, mewaspadai isu separatisme sebagai cara Barat menguasai sumber daya alam (seperti minyak bumi, barang tambang, dan lain-lain) di negeri-negeri Muslim.

Oleh karena itu, pertama, penting umat Islam memiliki kesadaran politik Islam atas realitas konflik akibat, tetapi sebenarnya yang terjadi adalah dominasi Barat Amerika. Kedua, keharusan berjuang untuk menyatukan negeri Muslim dan dunia Islam kepemimpinan global yaitu Khilafah Islamiah dari upaya pecah belah separatisme negara Barat.[] Ika Mawarningtyas

Disarikan dari Kajian Siyasi bertajuk Ada Apa di Balik Konflik Berdarah di Sudan? Di YouTube Ngaji Shubuh TV, Senin, 1 Mei 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *