- Jaga Komunikasi untuk Merawat Amanah
Jangan lari dari kenyataan, karena lari dari kenyataan adalah ciri-ciri orang yang tidak amanah dan tidak tanggung jawab. Biasakan konfirmasi dan berkabar sebagaimana yang terjadi, kalau memang belum bisa menjalankan amanah. Sampaikan dengan tanggung jawab. Upayakan menjalin komunikasi dengan baik.
Sudah centang biru tidak diaktifkan, terakhir online tidak dinyalakan, ditanya secara japri amanahnya sampai mana tetapi chat-nya dilalerin (diabaikan) dan tidak segera menjawab. Bahkan, cenderung membiarkan berhari-hari tidak menjawabnya. Apakah harus begitu dalam menyikapi sesuatu? Tidakkah menyampaikan apa adanya dan kendala yang dihadapi jauh lebih baik.
Coba bayangkan, jika yang berada dalam posisi itu adalah kita? Saat kita butuh konfirmasi dan kabar, tetapi tidak ada kabar sedikit pun. Memang seyogyanya sebagai sesama saudara semuslim, mendahulukan berhusnuzan, tetapi bukankah yang terbaik segera menginformasi terkait kelanjutan amanah yang dijalankan sudah sejauh mana.
Seumpama, kita sedang berdoa kepada Allah Subhanahuwa wata’ala dan kita sudah mengencangkan dengan aktivitas ibadah-ibadah sunah agar Allah Subhanahuwa wata’ala segera menjawab harapan hati. Namun, doa tidak kunjung dijawab, tanda-tanda kebaikan tidak tampak, bahkan makin ruwet masalah yang dihadapi.
Mungkinkah itu karena sikap yang suka mengabaikan menjawab pertanyaan teman kita? Apalagi yang mereka tanyakan adalah soal amanah dakwah. Mungkin, dengan kita memperbaiki hubungan antara teman kita dan amanah dalam mengerjakannya, kita tidak diacuhkan oleh Allah Subhanahuwa wata’ala lagi. Khawatirnya kebiasaan nge-ghosting amanah menjadikan diri menjadi tidak amanah.
Kita yang menguasai waktu yang kita miliki, akan dihabiskan untuk bersenang-senang menikmati dunia atau berjuang melaksanakan amanah adalah pilihan. Hidup itu pilihan dan setiap pilihan mengundang konsekuensi. Isi setiap waktu yang telah diberikan untuk melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya. Andaikan kita berada dalam posisi tidak amanah, ya diperbaiki kualitas diri, bukan malah lari dari amanah, lari dari kenyataan dengan sepihak meninggalkan amanah dengan berbagai alasan yang diadakan.
Buatlah seribu alasan untuk bisa menjalankan amanah dengan baik, bukan malah mencari seribu alasan untuk lari dari amanah. Jika memang belum bisa menjalankan amanah dengan baik, coba temukan hambatan yang dihadapi. Hambatan adalah sebuah tantangan yang harus diselesaikan bukan alasan untuk lari dari amanah. Cobalah mulai dari sekarang, jaga komunikasi dan konfirmasi dengan baik. Jadilah pribadi yang amanah dan bisa diandalkan![] Ika Mawarningtyas