Islam adalah agama paripurna, dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW yang, rasul terakhir dan teladan sepanjang zaman. Mengikuti metode dakwahnya adalah sebuah syariat, meninggalkan metode dakwahnya adalah kesesatan. Tidak pantas seorang muslim yang telah lengkap diberikan tuntutan hidup yang sempurna dan lengkap masih melirik tuntutan yang datang selain Islam. “Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” (TQS. Al-Imran: 85).
Bukankah ini ayat di atas telah mengonfirmasi, larangan umat Islam ragu bahkan melirik agama atau pandangan hidup lain. Oleh karena itu menjadi sebuah keharusan apabila kita menjadikan Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW sebagai teladan, panutan, dan rujukan ketika menghadapi berbagai problematik kehidupan. Ada beberapa catatan terkait meneladani Rasulullah SAW yaitu sebagai berikut.
Pertama, meneladani seluruh perbuatan Nabi Muhammad SAW. Perbuatan, perkataan, dan diamnya Nabi Muhammad SAW adalah hukum syarak, karena Rasulullah SAW melakukan hal itu bukan semata-mata karena hawa nafsunya, tetapi dituntun oleh wahyu yang datangnya dari Allah SWT.
Kedua, meneladani nabi Muhammad SAW ada yang wajib, sunah, dan mubah. Semua ada aturan dan tuntunannya. Perkara-perkara yang wajib adalah yang akan mendatangkan siksaan dan balasan dari Allah SWT apabila tidak mengikuti Rasulullah SAW. Namun, ada kalanya perkara-perkara yang diikuti akan mendapatkan pahala tetapi jika ditinggalkan tidak akan mendapatkan dosa, sebagaimana perkara-perkara sunah Rasulullah. Perkara yang mubah adalah perkara yang tidak mendatangkan pahala jika dilakukan dan tidak mendatangkan dosa, bisa saja hanya mendapatkan manfaat secara duniawi saja.
Ketiga, para sahabat adalah generasi terbaik yang meneladani Rasulullah SAW. Bukti cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW adalah meneladan seluruh ajaran Nabi Muhammad SAW dan tidak menyelisihinya. Karena tidak termasuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW jika masih menyelisihi ajarannya, bahkan mencari tandingan-tandingan terhadap ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW karena dorongan akidah dan diwujudkan dalam bentuk amalan ikhlas. Amalan ikhlas melaksanakan amalan hanya semata-mata karena Allah SWT dan dilakukan sesuai tuntunan syariat, yaitu meninggalkan keharaman, melaksanakan kewajiban, dan melakukan amal-amal yang bermanfaat untuk banyak orang. Inilah amalan ikhlas yang baik yaitu amal dakwah, amar makruf nahi mungkar, terutama dakwah mengembalikan kehidupan Islam. [] Ika Mawarningtyas
Resume YouTube Ngaji Shubuh TV Episode 1177: Mengukuhkan Laju Dakwah Berdasarkan Metode Rasul, Ahad, 5 Agustus 2023.