Setelah Bercerai Rujuk Kembali, Mungkinkah?

Terkadang penyebab perceraian itu bukan karena masalah prinsipil, tetapi malah karena ego, baper, dan emosional. Sebenarnya penyebab perselisihan dalam rumah tangga perlu dimuhasabah, jangan sampai karena masalah sepele akhirnya memilih bercerai. Karena memang membangun rumah tangga itu pasti menemui ujian dan cobaan. Di sinilah penting memiliki tsaqofah Islam dalam membangun pernikahan.

Ada beberapa catatan terkait rujuk kembali setelah bercerai. _Pertama,_ sekuat-kuatnya perempuan ataupun laki-laki hidup sendiri, sejatinya mereka pasti butuh menikah. Selain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, juga untuk menghadapi kehidupan bersama. Inilah pentingnya bersabar dalam berumah tangga dan harus dipupuk dengan ketakwaan.

_Kedua,_ suasana batin setelah bercerai ada kekecewaan, marah, dan trauma. Jika mereka tidak bisa bersabar dalam menerima perpisahan ya bisa menjadi luka batin dalam kehidupannya. Selain itu, anak-anak juga bisa menjadi korban atas perceraian tersebut, saling menghembuskan kebencian terhadap mantan pasangannya, padahal hubungan anak dan ayah dan bundanya tidak bisa dipisahkan.

_Ketiga,_ setelah perceraian anak-anak kehilangan sosok kedua orang tuanya dan mereka menjadi anak yang bermasalah. Walaupun tidak semua begitu, hanya saja, tidak semua singgle parent bisa mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang unggul. Oleh karena itu, jika ada peluang rujuk, sebaiknya diambil.

_Keempat,_ perceraian menghalangi kedua pasangan untuk mendapatkan indahnya hidup berpasangan dan kesepian. Sehingga, ketika berumah tangga harus berpikir ulang untuk memutuskan perceraian. Karena setelah bercerai belum tentu mendapatkan pasangan yang diharapkan.

Tidak semua orang senantiasa bertabur kesuksesan, terkadang rumah tangga yang dibangun gagal dan berujung pada perceraian. Namun, jika memang ada celah untuk rujuk, sebaiknya rujuklah kembali. Oleh karena itu, mengapa kalau suami istri bertengkar, janganlah curhat di medsos dan akhirnya viral, sehingga permasalahan rumah tangganya menjadi konsumsi publik. Publik, terutama mulut netizen hari ini, ada kesalahan sedikit saja, pasti mereka ramai-ramai menyuruh untuk cerai.

Padahal tidak semua masalah rumah tangga akan selesai dengan perceraian, justru mereka yang bercerai sejatinya tetap akan mendapatkan ujian dan cobaan dalam mengarungi kehidupannya. Penting, sebagai seorang Muslim menjadikan syariat Islam pedoman bukan perasaannya sebagai standar kehidupannya.

Sejatinya, mau menikah dengan siapa saja, pasti ujian pernikahan itu ada. Oleh karena itu, ketika akan menikah anjuran dalam Islam adalah menikah karena Allah, sehingga pernikahan dibangun berdasarkan iman dan takwa. Fondasi yang menguatkan bangunan pernikahan adalah akidah, sehingga ketika mendapatkan ujian dalam mengarungi pernikahan, Islam menjadi rujukan solusi dan Allah SWT senantiasa hadir membantu dan menyelesaikan masalah yang ada. [] TY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *