Amanah Mengamanahi

Amanah adalah sesuatu yang dipercayakan dan diberikan kepada kita. Sikap seseorang dalam menjalankan amanah adalah berupaya sebaik mungkin dalam menjalankannya, bukan malah sebaliknya. Begitu pun seorang pemimpin.

Pemimpin harus bisa memimpin dirinya sendiri untuk menjalankan amanah yang ada di pundaknya dan penting untuk bisa memimpin tim yang berada di bawah amanahnya. Tentu, bukan seperti majikan dan bawahan dalam menjalankan amanahnya sebagai pemimpin, tetapi bagaimana ia bisa menggerakkan dan momong tim yang ia pimpin, sehingga bisa berjalan mewujudkan tujuan dari komunitas yang ia pimpin.

Ketika amanah diberikan, tidak serta-merta ditinggal, dikerjakan terserah, tidak dikerjakan terserah. Lalu, ketika amanah tidak terlaksana tinggal menembak pelaku yang tidak mengerjakan amanah tersebut. Terkadang kontrol dan pengawasan dari seorang pemimpin penting dalam memimpin timnya.

Begitu pun yang berada di bawahnya, tidak boleh marah dan tersinggung jika amanah yang diberikan ditagih. Seumpama ada hambatan yang terjadi segera disampaikan agar solusi terhadap kendala yang ada segera terselesaikan. Sehingga segala amanah dapat berjalan dengan baik.

Kita harus menyadari, kita manusia biasa yang terkadang lupa atau khilaf. Jika lupa atau khilaf tidak perlu tersinggung jika diingatkan. Jika ditagih-tagih terkait amanah, jangan marah. Karena memang harus ada waktu yang diprioritaskan untuk segera menyelesaikan tugas tersebut. Bahkan, jika harus meminta perpanjangan waktu pun harus disampaikan dengan tanggung jawab.[] Ika Mawarningtyas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *